Melakukan Proofreding Sebelum Menerbitkan Buku
Petemuan hari ini materi ini sangat menarik dengan tema Proofreding Sebelum Menerbitkan Buku dengan narasumber Susanto S.Pd dan moderator
Ibuk Ritawati
Pak Susanto yang akrab disapa dengan Pak.D ini merupakan alumni Belajar menulis gelombang 15 dan guru di SDN Mardiharjo di Kab.Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.
Istilah Proofreding mungkin baru bagi penulis pemula termasuk saya.
Proofreding sama artinya dengan editing diawal pengantar Pak Susanto mengatakan "Saya sebenarnya bukan proofreader profesional atau editor profesional" tapi beliau pernah diminta untuk menjadi editor buku Buk Aam yang berjudul berjudul Kunci Sukses Menjadi Moderator Online dan beberapa buku penulis lain yang juga alumni belajar menulis online diataranya
Menurut Pak Susanto Intinya, *Proofreading* adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan.Kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan selesai
Hal itu sesuai dengan nasihat para pakar menulis, yakni: tulis saja jangan perdulikan teknis. Salah nggak papa mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing
Apa beda Proofreding dengan Apa bedanya dengan mengedit ?
Mengedit dan mengoreksi adalah langkah berbeda dalam proses merevisi teks. Pengeditan dapat melibatkan perubahan besar pada konten, struktur, dan bahasa, tetapi proofreading hanya berfokus pada kesalahan kecil dan inkonsistensi.
Contoh pegalaman Pak Susanto dalam melakukan Proofreding terhadap buku
Ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, saya hanya melakukan proofreading pada tulisan tersebut. Misalnya kesalahan meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya.
Namun tulisan yang masih "kacau" dari segi struktur, misalnya karena kalimatnya berupa kalimat majemuk yang terdiri dari banyak sekalai kalimat tunggal, biasanya saya lakukan proses editing.
Menurut "penerbitdeepublish" ada beberap langkah dalam melakukan pengeditan dan proofreading.
1. Pengeditan Konten
2. Pengeditan Baris
3. Menyalin Pengeditan
4. Proofreading
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian adalah langkah pertama.
Merevisi penggunaan bahasa untuk mengomunikasikan cerita, ide, atau argumen seefektif mungkin. Ini mungkin melibatkan perubahan kata, frasa dan kalimat serta penyusunan ulang paragraf untuk meningkatkan aliran teks. Adalah langkah kedua.
Memoles kalimat individual untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Salinan dari editor tidak mengubah konten teks, tetapi jika kalimat atau paragraf ambigu atau canggung, mereka dapat bekerja dengan penulis untuk memperbaikinya.. Ini adalah langkah ketiga
Yang keempat adalah Proofreading:
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya
penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuan
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Melakukan proofreading sesungguhnya kita akan bertindak sebagai seorang “pembaca” dan menilai apakah karya tulis Anda sudah bisa
dimengerti atau justru berbelit-belit. Harapannya, setelah melewati tahapan proofreading, karya Anda bisa lebih mudah dipahami pembaca.
Ada tulisan yang sudah bagus, uraian sesuai tema, struktur bahasanya bagus, kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang, Pak Susanto hanya melakukan proofreading pada tulisan tersebut. Misalnya kesalahan meletakkan tanda koma atau tanda baca lainnya.
Kesalahan kecil lainnya yang biasa dilakukanadalah penulisan di- sebagai awalan dan di sebagai kata depan. Saya pribadi kesalahan kecil ini sering tidak diperhatikan dalam tulisan. Oleh karena itu perlu sedikit keterampilan untuk membedakan keduanya.
Jika kata yang mengikuti di adalah verba atau kata kerja maka ditulis serangkai dan kata itu ada bentuk aktifnya yaitu jika diberi imbuhan *me-*.
Disamping juga kesalahan penulisan kata baku dan tidak baku seperti
Segra : tidak baku
Segera: kata baku
Pengunaan huruf kapital pada huruf pertama judul artikel kecuali kata ke dan dari di untuk yang terletak tidak posisi awal
Penggunaa numeralia atau kata bilangan ,kalau digunakan untuk satu atau dua kata ditulis dengan huruf contoh
Hari ini ada dua belas orang dinyatakan terinfeksi virus Covid-19.
banyak lagi yang dicontohkan Pak Susanto yang kadang luput dari perhatian kita
Aturan ejaan lainnya yang ada dalam PUEBI wajib kita pahami. Meskipun blog tidak mensyaratkan bahasa yang baku (kan suka-suka penulisnya) tetapi minimal wajib tahu dan menerapkan aturan-aturan Bahasa Indonesia.
Hari/Tanggal: 8Mei 2021
Judul : Proofreding Sebelum Menerbitkan Buku
Narasumber : Susanto,S.Pd
Resume : 18
Gelombang : 18
Komentar
Posting Komentar