"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari)
Tidak selamanya tubuh kita ini selalu merasakan nikmatnya sehat, ada kalanya pasti akan terkena penyakit, namanya juga sedang sakit ,pasti kita merasakan sesuatu yang tidak menggenakkan,baik itu perasaan dan fisik kita
Walaupun demikian jaganlah merasakan putus asa ketika kita sakit, berhenti menyalahkan diri sendiri, tak peduli seberapa sakitnya rasa sakit yang kita tahan, berjuanglah untuk sembuh, kunci dari kesembuhan adalah kemauan dan semangat perangilah sakit tersebut dengan hal itu, karena kadang kesembuhan datang dari tubuh kita sendiri tanpa memerlukan obat sekalipun, jika kita sering lemas, hilang motivasi, dan tidak bersemangat kemungkinan akan buat daya tahan tubuh kita semakin memburuk.carilah sesuatu yang bisa membuat kita bahagia untuk menghilangkan rasa sakit atau perasaan sedih yang kita rasakan dapat kita tuangkan dalam bentuk tulisan
Menulis dikala sakit ,materi yang sangat menarik karena mudah dikatakan tapi susah dikerjakan ,tapi materi ini akan disampaikan oleh Bapak Suharto M.Pd atau Cang Ato Guru Madrasah Tsanawiyah negeri (MTsN 5 Jakarta) Kementrian Agama DKI Jakarta. dengan moderator buk Ditta Widya Utami
Kisah Bapak Suharto sangat menginspirasi ,guru MTSN 5 Jakarta ini sebenarnya sudah lama punya keinginan untuk menulis ,keinginan untuk bisa menulis dimulai dengan membeli buku buku tentang bagaimana cara menulis bahkan pernah ikut acara jurnalis tapi tetap tidak bisa menulis karena orang menganggap yang ia tulis masih kaku,kemudian Cang Ato panggilan akrabnya mengikuti pelatihan menulis di wisma UNJ disitu dia berkenalan sama Pak Naim, Omjay, OmDedi orang orang yang memang sudah malang melintang dalam dunia kepenulisan, Omjay blogger terkenal motivator, penulis ,Pak Naim motivator parenting Pak Dedi juga motivator dalam berbagai bidang dari para pakar ini Cang Ato terutama dari Omjay mendapat semangat menulis yaitu tulislah yang sederhana dahulu seperti apa yang kita rasakan ,dengar lihat atau yang kita kuasai akhirnya dengan motivasi yang kuat akhirnya terbit buku perdana beliau yaitu "Mengejar Azan " buku ini judulnya pertama agak radikal Kutantang Tuhan,isi buku ini sebenarnya kekecewaan Cang Ato karena tidak pernah lulus jadi PNS, akhirnya ia berjanji kalau dia tidak lulus jadi PNS kali ini dia akan berhenti jadi guru ,keajaiban terjadi dari 1600 pesery akhirnya beliau lulus maka terbitlah buku ini tahun 2018
Ditengah kebahagian ternyata Allah menguji Cang Ato dengan penyakit yang semula dia anggap stroke tetapi ternyata penyakit berbahaya yaitu GBS
Guillain-Barre Syndrome (GBS) merupakan sebuah penyakit autoimun yang cukup langka. Seharusnya, sistem imun melindungi tubuh manusia dari berbagai serangan penyakit. Namun dalam kondisi ini, sistem saraf perifer yang berfungsi sebagai pengendali gerakan tubuh justru mengalami gangguan akibat serangan sistem imun. Dalam kondisi parah, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
Lumpuh total tidak ada bisa bergerak bahkan nafpaspun tak bisa. Hanya tersisa mata, telinga, dan memori. Biaya untuk berobat 120 juta satu pil obat harganya satu juta walaupun pertama ditolak rumah sakit karena biaya mahal akhirnya Cang Ato bisa dirawat gratis menggunakan BPJS
1,5 bulan di ruang ICU, 3 bulan di ruang HCU, 2 Minggu di ruang inap biasa. Pulang dalam kondisi lumpuh. Satu tahun badan tak bergerak, setelah satu tahun mulai ada gerakan tangan, butuh enam bulan tangan kiri bisa memegang wajah, lalu disusul tangan kanan. Jari tangan masih kaku dan tidak bisa menggenggam, untuk menekan remot saja tidak mampu. Suntuk itu pasti 1.5 tahun hanya berbaring.
Tapi Cang Ato tidak putus asa pada saat
handphone istrinya tertinggal dan berdering. dia coba minta asisten rumah tangga untuk mengambilnya dan meletakkan di atas dadanya dan mencoba untuk menyentuh, ternyata terbuka. Dalam hati kecilnya ia ingat handphonnya yg sudah tidak disentuh 1,5 tahun,setelah itu Cang Ato mulai belajar menyentuh hp dengan jarinya ternyata bisa dan dia mulai menulis keadaanya dan motivasi hidup dan memosting keadaanya di Facebook ,simpatisanpun berdatangan dari dan banyak pembaca ,malah para warganet menunggu tulisan Cang Ato selanjutnya ,sejak saat itu Cang Ato mulai menulis dimana pun dia sempat kalimat mujarab Omjay menuliskan setiap hari buktikan apa yang terjadi betul betul berbuah hasil .Dari sinilah lahir buku demi buku secara estapet. "Sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya. Kemustahilan versus realita berwujud keniscayaan. Kalau kita ingin belajar, belajar, dan belajar pasti kita bisa."kata Cang Ato
Lelah pasti ada apalagi dalam kondisi serba keterbatasan, memegang buku saja susah, begitu juga membuka buku. Dengan bantuan istri, anak, dan asisten rumah tangga, Cang Ato bisa membaca buku untuk memperkaya tulisan. Ya, menulis itu identik dengan membaca. Jangan berpikir menjadi penulis kalau malas baca
Kemudian beliau mencoba untuk membuka laptop walau berat jari beliau
untuk menekan hurup dan angka, tapi dia paksakan hingga tanpa sadar sebagai media terapi jari akhirnya kuat menekan huruf-huruf
karya Cang Ato setelah sakit
1.GBS Menyerangku (2020)
2.Menuju Pribadi Unggul (2020)
3.Belajar Tak Bertepi (2021)
4.Kisah inspiratif Seni Mendidik Diri (2021)
Masih draf
5. Lentera Romadan
6. Menulis itu gampang
7. Aisyeh Menunggu Cinte ( novel)
Insyallah semester genap akan terbit.
Dan masih banyak yang masih berserakan di blog dan Facebook yang belum dihimpun.
Dibawah ini adalah salahsatu karya beliau ketika sakit.
Sanjungan Berdatangan
Ternyata menulis dikala sakit, banyak yang merespon positif dan inspiratif. Banyak teman guru baik di dunia nyata maupun Maya. Melontarkan kalimat-kalimat sanjungan." Bapak merupakan motivtor saya" " bapak guru inspiratif" " saya malu pada diri saya bapak yang sakit saja bisa berkarya, sementara saya tidak". Itulah di antara kalimat yang terlontar dari para sahabat." Ujar Cang Ato
bukan saja mendapat sanjungan dari para sahabat medsos. Ternyata para yuotuber pun sampai datang berkunjung ke rumah Cang Ato.Mereka melabelkan Cang Ato sebagai guru motivator yang inspiratif.
Statement terakhir dari Cang Ato
Jangan takut untuk menulis, menulis saja. Jangan menunggu pintar baru menulis, menulis saja dahulu nanti pasti pintar.
Awali menulis yang sederhana, yang kita bisa dan yang kita kuasai. Mulailah dengan apa yang kita alami dan rasakan, itu lebih mudah. Untuk memperkaya tulisan kita, silahkan baca tulisan-tulisan orang lain.
Hari /Tanggal : Jumat 18 Juni 2021
Tema : Menulis dikala Sakit
Narasumber : Suharto S.Ag.,M.Pd.
Gelombang : 18
Resume. : 28
Komentar
Posting Komentar