Langsung ke konten utama

Menulis Semudah Ceplok Telor

Pramoedya Ananta Toer : “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah"
Petikan kalimat diatas mengingatkan kita sepintar apapun seseorang dalam hidupnya tetapi setelah meninggal dia akan dilupakan karena tidak ada yang ditinggalkannya kalau sudah meninggal ,untuk bisa dikenang terus walaupun kita sudah tidak ada maka menulislah yang bisa bermanfaat untuk orang lain
Masih banyak mindset seseorang menulis itu sulit tapi tidak ada yang sulit kalau kita bersungguh sungguh,malah Ibuk Dra Lilis Ika Herpianti Suktikno.S.H mengatakan Menulis itu semudah ceplok telor sesuai dengan tema pertemuan kali ini dan moderator Ibuk Maisaroh

Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH. Beliau adalah seorang guru inspiratif dari SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang NTT. Lahir di Surabaya 11 Maret 1969. Membaca profil beliau banyak prestasi yang beliau torehkan dalam bidang literasi dan Pendidikan. Salah satu prestasinya adalah sebagai juara kedua lomba guru tingkat nasional tahun 2015. Dengan motto hidupnya “Sebaik baik manusia adalah jika dalam hidupnya selalu bermanfat untuk umat”.

Beliau menutup pertemuan terakhir kelas belajar menulis dengan sebuah tema yang sangat memotivasi bagaimana menulis itu mudah “ Menulis semudah ceplok telur”. Beliau mengungkapkan bahwa dari kelas belajar menulis ini juga beliau menjadi besar dan dikenal banyak guru-guru seindonesia. Kelas ini telah  memberikan inspirasi pada bu Lilis untuk memberikan tongkat estafet kepada penulis muda berbakat di NTT dengan nama kelas WAG MBI ( Kelas belajar menulis pasti menjadi buku ber ISBN)

Di awal materi beliau memberikan sebuah kalimat motivasi  untuk kami bahwa “Apa yang kamu lakukan akan berdampak.” Maka lakukanlah suatu hal yang baik agar berdampak baik juga. Naah bagaimana dengan kita  dalam belajar menulis. Apa yang sudah kita lakukan?. Menurut beliau mulailah menulis dengan hati, mulailah menulis dengan apa yang kita rasakan. Bebas mau menulis tentang apa yang penting nulis dulu.

Bagaimana menulis itu bisa semudah ceplok telur? Bu Lilis akan berbagi kiat suksesnya. Menurut beliau pertama sekali harus dimiliki adalah adanya kemauan dulu untuk menulis. Kalo sudah ada kemauan pasti ada jalan. Jangan pernah berpikir ini itu yang bisa membuat jalan kita terhambat bahkan tidak bisa jalan. Yang membuat ragu-ragu itu sebenarnya adalah diri sendiri. Musuh terbesar itu adalah ketakutan pada diri sendiri. Buanglah rasa takut yakinkan bahwa kita bisa.

Kemudian yang kedua perbanyaklah membaca, jangan bermimpi jadi penulis kalau kita tidak mau membaca. Seiring dengan apa yang disampaikan oleh para narasumber kita sebelumnya bahwa  membaca itu penting dan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas menulis. Beliau sendiri merasakan bahwa tulisannya adalah hasil dari ketekunannya membaca

Rajinlah membaca,tampa banyak membaca kita tidak akan pernah menjadi penulis hebat,tidak banyak membaca 
jangan pernah mimpi anda bisa menjadi penulis hebat. Seperti pepatah “Tong kosong nyaring bunyinya”, jika otak anda kosong. Maka suara anda akan berkata kemana-mana tanpa dasar yang baik, atau nyaring suaranya, bisa juga berarti banyak bicara tetapi dalam kenyataan sehari-hari nol besar adanya.

Tulislah pengalaman pribadi kita yang dapat memberikan inspirasi bagi orang lain pengalaman menulis Ibuk Lilis dengan bergabung dengan  group menulis di internet, dari group-group menulis tersebut, buk Lilis berhasil menerbit buku dengan baik. Salah satunya adalah buku karya tulis ilmiah “PTK jadi BUKU”, yang dibimbing langsung oleh ketua Pusat Pengembangan Profesi Guru (P3G) Jawa Timur. Dengan cover buku “Melejitkan Berpikir Tingkat Tinggi PPKn melalui Discovery Learning”.kemudian beliau mulai menulis tulisan yang memberikan inspirasi tidak saja bagi guru tapi juga untuk semua kalangan

Selaim bergabung dengan groupnya P3G Jawa Timur, beliau juga bergabung pada group menulis PGRI Pusat. Dalam group WA menulis itu, beliau adalah salah satu narasumber menulis inspirasi                    

Menurut Bapak Imam Fitri Rahmadi, dosen Universitas Pamulang yang sekarang sedang kuliah S3 di Johannes Kepler Universität Linz Austria (2019-sekarang).
dasar menulis, meliputi: pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf
Pemilihan Kata

Perihal pilihan kata disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama. Cermati tiga kalimat di bawah ini:
Ibu guru sedang ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang berbicara dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah
Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa dari kalimat.

Penulisan Kalimat

Kalimat terdiri dari kalimat sederhana (simple sentence), kalimat gabungan (compound sentence), kalimat kompleks (complex sentence), dan kalimat campuran.

Sederhana:
Saya membaca tulisan di blog

Gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat.

Kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.

Campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.


Penyusunan Paragraf

Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Supaya enak dibaca dan tulisan mudah dipahami, susun paragraf deduktif.

Gunakan bentuk kalimat sederhana untuk membuat kalimat topik. Cara gampang untuk membuat kalimat topik, adalah pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Bentuk kalimat penjelas harus bervariasi, terdiri dari kalimat gabungan dan kompleks, serta dilengkapi dengan konjungsi sebagai transisi antar kalimat supaya paragraf mengalir dengan baik, enak dibaca, dan mudah dipahami.

Contoh paragraf yang baik:
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada satu sisi, bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas sehingga karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Pada sisi lain, bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel dan lebih banyak waktu untuk keluarga. Selain itu, bekerja dari rumah bukan hanya dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi tetapi juga menghemat biaya operasional kantor
Statement terakhir dari Ibuk Lilis
 Mari menulis !!!
Sebab  . . .
*Menulis itu semudah ceplok telur, maka menulislah* (Lilis Sutikno)
*Menulis adalah luapan rasa cinta yang tak sampai, agar cinta kita tersampaikan dengan sempurna maka menulislah* (Lilis Sutikno)
*Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara* (Lilis Sutikno)
Menulislah *Agar dunia tahu siapa dirimu*

Hari/Tanggal : Senin 21 Juni 2021
Topik : Menulis semudah Ceplok Telor
Narasumber : Dra Lilis Ika Herpianti Suktino S.H
Pertemuan : 29 
Gelombang.  : 18

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Mengembangkan tulisan Non Fiksi

Menulis Dikalau Sakit