"Keinginan untuk bertanggung jawab atas hidup kita sendiri, kebutuhan untuk mengontrol, lahir dalam diri kita masing-masing. Sangat penting untuk kesehatan mental kita dan kesuksesan kita, bahwa kita mengambil kendali." - Robert Foster Bennett
Mental adalah sesuatu yang bersangkutan dengan batin dan watak manusia yang memperangruhi emosi, pola pikir, dan perilaku seseorang. Kesehatan mental itu dipengaruhi bagaimana cara seseorang berpikir.tentang diri sendiri ,ada orang yang selalu berfikir negatif akan melahirkan mental yang lemah ,dan juga ada orang yang berfikir positif akan melahirkan mental yang kuat
Mental juga bisa dipengaruhi latar belakang kehidupan seseorang dimasa lalu biasanya kejadian masa lalu yang tidak baik bisa membentuk mental seseorang menjadi kuat atau menjadi lemah. Jadi saatnya kita yang bisa belajar dari masa lalu itu akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Mental yang kuat tidak akan muncul dalam diri begitu saja. Mental harus dilatih agar terbentuk dengan baik. Dengan bermodal mental yang kuat, kita mungkin akan mudah melewati berbagai tantangan hidup dan menjadi lebih baik. Berikut materi yang akan dibawakan narasumber hari ini yaitu tentang Mental dan Naluri Penulis" yang akan disampaikan
seorang guru cantik ,muda dan segudang prestasi yaitu Ditta Widya Utami S.Pd,Gr.dengan moderator Ibuk Aam yang super ramah ,mari kita intip sebentar biografi guru cantik Buk Ditta
Widya Utami, S.Pd.Gr. adalah salah satu guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Lahir di Subang, 23 Mei 1990.telah menulis enam buku karya solo dan sedang lagi proses cetak "Sepenggal Kisah Corona" dari tahun 2017-2021 dan sebelas karya antologi berupa cerpen,kisah inspiratif,puisi dan pentigraf
Penghargaan yang diraih Peraih Parasamya Susastra Nugraha Peraih Parasamya Suratma Nugraha (penggerak literasi dan donatur buku)Penghargaan Bupati Subang (2020 dan 2021)
Mari berteman dengan penulis :
Email : dittawidyautami@gmail.com
YouTube :
ditta widya utamiInstagram/Twitter : @dittawidyautami
LinkedIn : Ditta Widya Utami
Dalam menulis diperlukan teknik dan mental penulis, keduanya harus ada agar penulis dan tulisannya bisa hidup ibarat jiwa dan raga
Teknik menulis mencakup kemampuan seseorang dalam menulis. Mulai dari pemilihan kosa kata, kemampuan membuat outline, pemahaman mengenai gagasan utama, berbagai jenis tulisan, serta pengetahuan lain yang bersifat teknis.
Sedangkan mental penulis merujuk pada kondisi psikologis atau batin si penulis itu sendiri.
Berdasarkan analisis dari materi yang disampaikan Buk Ditta ,dilihat dari keseimbangan teknik dan mental penulis, maka ada *4 Tipe Penulis*, yaitu :
1. Dying writer
2. Dead man
3. Sick people
4. Alive
Tipe pertama adalah *Dying Writer* atau penulis yang sekarat. Termasuk dalam kategori ini adalah mereka yang lemah secara teknik pun lemah mentalnya sebagai seorang penulis.
Seolah hidup segan mati tak mau. Misalnya ikut pelatihan menulis setengah hati (lemah mental) dan tidak berkarya membuat tulisan (yang bisa jadi karena lemah teknik, tidak tahu bagaimana harus menulis, mendapatkan ide, dsb)
Tipe ini bukan berarti tak mampu membuat tulisan. Hanya saja, diperlukan upaya ekstra agar orang-orang ini "mau" hidup sehat kembali untuk menulis
Ibaratnya menjadi penulis masih sekedar angan-angan tanpa aksi nyata
Tipe kedua adalah *Dead Man*. Sesuai namanya, tulisan dari kategori ini "mati". Tidak diketahui keberadaannya. Terkubur di folder laptop. Terbungkus lembaran diary. Atau notes yang ada di hp. Belum terpublish.
Tekniknya ada (sudah mampu menulis), hanya mentalnya masih lemah (malu, takut dikritik dsb) sehingga tidak berani mempublish tulisan. Belum berani membuat buku atau artikel. Padahal ilmu tentang kepenulisannya sudah mumpuni.
Tipe ketiga adalah *Sick People*. Orang-orang dalam kelompok ini adalah yang masih lemah teknik menulisnya namun sudah cukup memiliki mental seorang penulis sehingga sudah berani mempublish tulisannya.
Mereka sudah siap jika ada yang mengkritik, mengomentari tulisan mereka dan sejatinya sadar masih terdapat kekurangan dalam tulisannya.
Misal typo, penggunaan kata yang sama berulang kali, paragraf yang terlalu panjang, dsb.
Obat bagi kategori ini tentu saja terus menulis. Tingkatkan jam terbang dalam menulis. Insya Allah dengan sendirinya akan sembuh.
Karena semakin banyak menulis, semakin banyak review, semakin banyak baca, sehingga bisa meminimalkan kesalahan dalam penulisan karya.
Keempat yaitu *Alive*, yaitu penulis yang tulisannya hidup dan senantiasa berkarya seperti jantung yang terus berdetak saat pemiliknya bernyawa.
Orang-orang dalam kelompok ini sudah bisa dikatakan "ahli" menulis (kuat teknik) serta kuat mentalnya.
Cirinya mudah. Meski tingkatan ahli ada pemula, menengah dan sangat ahli, tapi secara umum kita bisa mengenali mereka.
Misal saat menulis sudah seperti kebutuhan primer seperti makan. Ibaratnya, jika tak makan akan lapar. Begitu pula mereka yang *hidup dalam menulis*. Akan lapar menulis bahkan jika sehari saja tak membuat tulisan.
Terakhir tentu saja kategori terbaik, yaitu *Alive*, yaitu penulis yang tulisannya hidup dan senantiasa berkarya seperti jantung yang terus berdetak saat pemiliknya bernyawa.
Orang-orang dalam kelompok ini sudah bisa dikatakan "ahli" menulis (kuat teknik) serta kuat mentalnya.
Cirinya mudah. Meski tingkatan ahli ada pemula, menengah dan sangat ahli, tapi secara umum kita bisa mengenali mereka.
Misal saat menulis sudah seperti kebutuhan primer seperti makan. Ibaratnya, jika tak makan akan lapar. Begitu pula mereka yang *hidup dalam menulis*. Akan lapar menulis bahkan jika sehari saja tak membuat tulisan.
Ciri yang paling kentara dari kelompok ini tentu saja seperti juara lomba menulis, bukunya tembus di jurnal nasional, di media massa, dsb.
Teknik menulis akan membaik jika kita sering berlatih menulis. Mental penulis akan terbentuk ketika kita terus melatih diri mempublikasikan tulisan kita untuk dibaca oleh orang lain.
Jika mau jadi penulis hebat, kita harus mau meningkatkan teknik dan mental menulis kita.
Nah, masuk ke bahasan kedua tentang *Naluri Penulis*, saya akan berangkat dari pengertian naluri menurut KBBI online.Naluri yaitu dorongan hati atau nafsu yang dibawa sejak lahir; pembawaan alami yang tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; perbuatan atau reaksi yang sangat majemuk dan tidak dipelajari yang dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pada semua jenis makhluk hidup;
Penulis sejati berangkat dari keresahannya. Membuatnya berbuat melalui "tulisan". Ia mengubah dunia dengan tulisan. Mengubah orang-orang melalui goresan tintanya.
Orang yang memiliki naluri penulis, akan mengoptimalkan seluruh inderanya sehingga bisa menghasilkan karya berupa tulisan.
Kenali diri Anda dan lingkungan Anda, lalu buatlah tulisan. Maka karya karya yang kita hasilkan akan mengasah naluri penulis dalam diri kita.
Ada lagu syahdu yang bisa menjadi renungan, ia tuangkan dalam bentuk tulisan.
Dari hasi survei yang dilakukan Buk Ditta bermacam macam ketakutan yang dialami oleh penulis pemula,seperti kesalahan penggunaan bahasa yang tepat,takut tulisan diejek ,tidak dibaca dan lain lain
Berdasarkan hasil kouensoner yang didapat Buk Ditta dari penulis pemula cara mengatasi mental penulis yang takut atau tidak percaya diri ada tips dibawah ini
Judul. : Mental dan Naluri Penulis
Narasumber. : Ditta Widya Utami S.Pd,Gr
Pertemuan :. 9
Gelombang :. 18
Komentar
Posting Komentar