KIAT MENJADIKAN RESUME JADI BUKU

Menulis merangsang pemikiran, jadi jika kamu tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis." (Barbara)

Kadang kadang kita bingung karena tidak punya ide untuk ditulis tapi jangan patah semangat,tetaplah menulis caranya dengan membuat resume suatu materi yang kita baca atau dengar ,nah bagaimana cara membuat resume menjadi sebuah tulisan yang nantinya bisa dibukukan materi ini dapat kita pelajari 
lewat belajar menulis lewat WA yang  digagas oleh Bapak Wijaya Kusuma .M.Pd alias sering dipanggil OmJay ,ternyata disini peserta diwajibkan membuat resume yang disajikan narasumber minimal  20 resume yang nantinya bisa dijadikan buku,
Membuat resume menjadi sebuah buku buku ternyata tidak semudah membalik telapak tangan ada kiat khususnya yang disampaikan oleh ibuk Aam Nurhasanah dengan tema" Menulis Resume  untuk jadi Buku. "
Sebelum belajar mari kita lihat biografi ibuk Aam Nurhasanah yang juga mantan anggota dari grup menulis OmJay ini dan sekarang sudah jadi narasumber 

Aam Nurhasanah, S.Pd. Lahir di Cipanas, tanggal 12 Agustus 1988. Menempuh masa pendidikan mulai dari  SD  Negeri Bintangresmi 02, SMP Negeri 1 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, Kuliah S1 di STKIP SETIA BUDHI Rangkasbitung, Prodi DIKSATRASIADA dan lulus tahun 2012. Saat ini, saya menjadi kepala sekolah di SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS (SMPS MAHIDA), sampai sekarang di Kp. Hamberang, Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas, Kab. Lebak, Provinsi Banten.

Sejak bergabung di kelas belajar menulis Om Jay dan PGRI, penulis telah melahirkan 15 buku antara lain buku antologi ”Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng” Juli 2020. Buku Solo “Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat” Agustus 2020. Buku kolaborasi Prof. Richardus Eko Indrajit judulnya “Parenting 4.0: Mengenal Pribadi dan Potensi Anak Generasi Milenial Multiple Intelligence”September 2020. Buku antologi “Kisah Inspiratif Sang Guru” Oktober 2020,”Kompilasi Artikel YPTD” November 2020,  “Jejak Digital Motivator Andal”Desember 2020, “Patidusa Pujangga Wiyata” Desember 2020, buku solo kedua“Kunci Sukses Menjadi Moderator Online” Desember 2020, “Kompilasi YPTD Lima” Januari 2021,  “The Power of Silaturahmi in Wriring” Februari 2021, antologi kepala sekolah Wilayah Bina III SMP Kabupaten Lebak  berjudul“Jejak langkah Mengukir Prestasi” Februari 2021, antologi puisi “Semai Sukma Ksatria” Februari 2021, Buku Solo ketiga juara 1 lomba blog tingkat nasional berjudul “Blogger Inspiratif” Maret 2021 dan buku antologi “Haru Biru Hijrah Meraih Berkah” Maret 2021, dan antologi puisi "Makk!!!" April 2021.

Saat ini sedang menggarap 3 naskah buku antologi yaitu antologi pantun, antologi puisi, dan antologi gelombang 18. Mudah-mudahan Beliau semakin semangat untuk bekarya.

         Menurut Buk Aam resume adalah rangkuman atau ringkasan. Jadi saat menulis resume, peserta diharapkan tidak mengcopy seluruh perkataan dari narasumber. Tapi lebih bagusnya adalah mengembangkan dengan bahasa sendiri.

Ada 7 teknik untuk menulis resume jadi buku

1. Mengumpulkan resume dalam file word.biasanya dari file word yang banyak bisa kita satu dalam        satu folder beri judulnya supaya memudahkan untuk mencari file yang kita inginkan apalagi kalau dalam laptop kita banyak file dan folder

2. Menentukan tema.

 Saat file kita sudah terkumpul sebanyak 20 pertemuan, pilahlah berdasarkan tema sejenis

Misalnya kita lihat materi dari narasumber.

Ada narasumber yang membahas teknik penulisan, satukan filenya beri bab teknik penulisan. 

Jika ada narasumber yang membahas tentang penerbit indie, penerbit mayor, satukan naskah menjadi bab penerbitan. 

Jika ada narsum membahas tentang motivasi, tuliskan bab motivasi. 

Jadilah 3 bab yang tersusun dalam satu buku

 3. Buat TOC (Table of Content/daftar isi) 

      Daftar isi boleh pakai Bab atau boleh tidak lansung saja sub judul sesuai hasil resumenya

4. Kembangkan TOC

    Bisa kita ambil dari tujukan lain misalnya dari buku sejenis yang membahas topik yang sama atau           bersilancar di google

5. Review, revisi, dan edit naskah. 

      Saat kita menulis naskah, tulislah dahulu sebebas-bebasnya. Jangan sekali-kali mengedit saat sedang menulis. Karena itu bisa menghambat ide kita saat menulis. Tuliskan saja semua ide berserak. Jika selesai, barulah kita edit ejaan dan tanda baca sesuai kitab PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Usahakan hindari typo (salah ketik) dan hindari singkatan. Jika Awal kata, nama orang, nama tempat, nama hari, nama bulan, harus ditulis huruf kafital. Masih banyak ejaan lain yang berhubungan dengan EYD

6. Jika naskah sudah selesai, buatlah sinopsisnya. Sinopsis adalah gambaran isi buku yang telah kita         buat. Biasanya ada di cover belakang buku.

 7.Setelah itu kirim ke penerbit. Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang saja ada tim    editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang salah. Hanya saja, tidak semua   penerbit  menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih dahulu, apakah  naskahnya  di edit oleh editor atau tidak.

    Nah tidak susah kok menghasilkan buku tergantung sama kita mau atau tidak berusaha hasilnya kita serahkan sama Allah,seperti kata bijak yaitu "Man jadda Wajada" artinya siapa yang bersungguh sungguh maka ia dapat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Semudah Ceplok Telor

Tips Mengembangkan tulisan Non Fiksi

Menulis Dikalau Sakit