BUKU MUARANYA TULISAN

Tulisan tulisan itu ibarat air mengalir. Tetes demi tetes bergabung menjadi satu, mengalir jauh mencari tempat terendah akhirnya bermuara di lautan, Itulah buku. Sejatinya buku adalah kumpulan tulisan yang terserak. Selaiknya karya gemilang olah pikir perlu diselamatkan menjadi kitab” ( Thamrin Dahlan)


Materi pelatihan menulis hari Rabu tanggal 21 April bertepatan dengan hari Kartini tokoh emansipasi wanita , dimana pemikiran Kartini tentang wanita dituliskannya dalam bentuk surat yang dikirimya pada temannya di Eropa

Setelah Kartini wafat, Jacques Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911.

Dari sejarah Kartini surat surat Kartini yang berserakan akhirnya berhasil dijadikan sebuah buku ,begitu juga materi hari ini belum lengkap kalau seorang penulis belum mempunyai buku dengan tema. "Buku Mahkota Penulis,Buku Muara Tulisan" yang akan disampaikan oleh Bapak Thamrin Dahlan SKM,M.Si dengan moderator Ibuk Ditta Widya Utami

*Curiculum Vitae* narasumber

Bapak H. Thamrin Dahlan, SKM,M.Si, merupakan seorang Purnawirawan Polri terakhir bertugas sebagai Direktur Pasca Rehabilitasi BNN dengan pangkat Kombes Pol. Beliau lahir di Tempino Jambi 7 Juli 1952. Saat ini fokus membantu para penulis untuk menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya . Di bawah penerbit miliknya yaitu Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Bapak Thamrin aktif menulis sejak 2010 dan telah menerbitkan 37 judul buku. Waah sungguh prestasi yang luar biasa. Motto menulisnya adalah “Penasehat Penakawan Penasaran”. Beliau juga aktif di Kompasiana. Lebih lengkapnya bisa kita simak profil beliau di https://www.kompasiana.com/thamrindahl


Saat ini Fokus membantu para penulis menerbitkan buku ber ISBN tanpa biaya. 

YPTD telah menerbitkan 210  Judul Buku

Website :  terbitkanbukugratis.id

Email : thamrindahlan@gmail.com

WA : 08159932527

WAG : Terbitkan Buku Gratls

   Bapak Thamri Dahlan mulai menulis sejak Beliau memasuki masa pensiun tahun 2010 untuk mengisi waktu luang Beliau mulai menulis di Kompasiana.com

Alah bisa karena biasa. Bukan lagi memaksa diri tetapi total tertantang,karena Beliau memiliki bakat menulis yang diwariskan ibundanya yaitu Ibunda Hajjah Kamsiah binti Sutan 

Mahmud (Almarhumah). Seorang keturunan Minangkabau yang diberkah talenta kemahiran dalam menulis

Menurut Pak Haji tampa kita sadari setiap orang sebenarnya sudah pasti memilki buku

Buku dalam artian tercantum nama seseorang di sampul /cover depan buku

SD buku dituliskan oleh Bapak Ibu Guru yang baik hati dalam bentuk raport

SMP, SMA, SMK para pelajar dan siswa sudah di wajibkan menyusun karya tulis walaupun terkadang berupa kerja kelompok berupa makalah yang dijilid maka jadilah buku

Perguruan Tinggi, kualitas buku seorang sarjana itumemiliki harkat terhormat buku yang dinamai Skripsi, Tesis dan Disertasi

Tulisan tulisan itu ibarat air mengalir. Tetes demi tetes bergabung menjadi satu ,mengalir jauh mencari tempat terendah akhirnya bermuara di lautan itulah buku

buku adalah kumpulan tulisan yang berserak,karya gemilang ,olah pikir yang disematkan menjadi sebuah buku Menurut Bapak Thamrin Dahlan semua orang bisa menulis ketika Anda bisa berbicara maka otomatis seseorang bisa menulis,menulis sesungguhnya pekerjaan memindahkan apa yang diucapkan kedalam bentuk tulisan

Methode Menulis sekali Duduk Jadi

 Upayakan tidak meniggalkan tulisan

 Hiraukan kesalahan ketik

 Ketika blank. Tinggalkan paragraf, masuk ke paragraf baru

 Baca berulang ulang pada proses editing

 Sebagai pemula cukup 5 Paragraf

 Bersegera Posting tulisan di media sosial

Menulis Pendek Pendek

 Menulis pendek pendek, upayakan maksimal 9 kata dalam satu kalimat

 Bahasa bicara /seperti bertutur kata

 Mudah dimengerti / pahami

 Runtut tidak menjemukan

Keajaiban 3 Rahasia Dunia Jurnalistik. 

1 Ternyata setiap tulisan itu memiliki Roh. Roh dalam artian tulisan hidup dengan syarat karya  di share kemedia sosial. Ketika Tulisan dibaca apalagi diberi komentar maka anda sudah berhasil menjadi penulis buku harian walaupun ada komentar tidak baik atau mengejek tulisan anda

2. Biarlah tulisanmu itu membela dirinya sendiri. Biarlah bukumu itu mengikuti takdirnya ( Buya Hamka) 

3. Surprie tak terduga .,mungkin anda berkesempatan bertemu dengan presiden seperti pengalaman Bapak Thamrin Dahlan

Kategori Artikel / Tulisan

1. Artikel Deskriptif. 

Hanya sebatas menggambarkan atau melaporkan (to describe) 

Azas 5 W 1 H / tidak memecahkan masalah reportase/liputan/laporan

2. Artikel Eksplanatif

Menjelaskan, menerangkan dan mengupas permasalahan

secara mendalam/ilmiah. Objektif dan bertanggung jawab

 Karya Ilmiah Skripsi/Tesis/Disertasi/jurnal

 Opini : Ipoleksosbudhankam

3. Fiksi

Kebebasan menuangkan inspirasi dunia maya sebagai bagian tak terpisahkan dari seni,puisi,novel,cerbung,cerpen dan pantun

Ketika menulis reportase taati  kaedah 5 W 1  H.  (what, where, wheb, why, who and how).   ebagai bukti liputan  original asli tampilkan pula foto selfie bersama teman/keluarga misalnya anda sedang wisata di Borobudur, Menara Eiffel atau Ibadah Umroh Masjidil Haram. Bisa juga memposting laporan setelah mengikuti satu event webinar.  Saya lebih banyak menulis reportase kehidupan masyarakat.  Inilah sumber inspirasi  tak pernah habis yang senantiasa menghampiri diri apabila jeli melihat fenomena lingkungan.  Jadilah sebuah tulisan bergenre humaniora yang menarik dan bermanfaat bagi pembaca.

 Menulis opini tidak baik  hanya ngomel, isinya pada paragraf terakhir sertakan solusi, berupa saran pendapat membangun untuk mengurai permasalahan yang sedang dibahas.

Berdasarkan pengalaman Pak Thamrin Dahlan ,Beliau merasakan kejaiban 3 rahasia  terkait dunia jurnalistik.   Rahasia pertama : Ternyata setiap tulisan itu memiliki Roh. Roh dalam artian tulisan itu hidup dengan syarat karya ketik di syiarkan ke media sosial. Tulisan anda dibaca apalagi  diberi komentar (terlepas tanggapan baik atau mencemooh) maka anda sudah berhasil menjadi penulis non buku harian.   Tahu sendirilah zaman dahulu kala anak mansuia acap menulis di album kenangan.

Buku harian itu dia nikmati sendiri, ketika membaca, tertawa, menangis, menyesal dalam seribu satu kenangan. Zaman itu telah lewat kini saatnya kuatkan niat berbagi dengan harapan bermanfaat dan penulis mendulang pahala melalui pekerjaan menulis. Tulisan memiliki Roh, jangan ragu share ke Facebook, WhatsApp, dan media lainnya sehingga anda dikenal sampai satu saat menjadi terkenal.

Rahasia ke 2 : Buya Hamka meninggalkan pesan bermakna Biarlah tulisanmu itu membela dirinya sendiri, biarlah bukumu itu mengikuti takdirnya.

 Bapak Thamrin Dahlan membuka rahasia tersebut ketika buku Bukan Orang Terkenal entah bagimana jalannya sampai di Bapak Prabowo.  Singkat cerita saya mendapat kehormatan menjadi Penulis Resmi PartaiI Gerindra selama masa kampanye 2014.  Terbitlah buku Prabowo Presidenku.  Best seller sampai di bajak.

Rahasia ke 3 : Profesi jurnalis atau katakanlah kami wartawan amatir mendapat kesempatan dijamu makan siang di Istana Merdeka. Tak terduga bahkan tidak terpikirkan mimpipun tidak bisa berpidato di hadapan Presiden Jokowi.  Bukankah anugerah ini merupakan kebanggaan rakyat. Bersebab menulis mampu menembus batas birokrasi dan bisa bertemu dnegan tokoh nasional.

Buku Muara Tulisan

Ketika tulisan sudah mencapai 500 artikel dengan segala suka duka mendapat aspirasi dan cemoohan kemudian terpikir kenapa tulisan nan terserak itu tidak dijiid. Istilah kumpulan tulisan dijilid resmi ber ISBN bolehlah berbangga di sebut kitab atawa buku. Tahun 2012 terbitlah buku perdana berjudul Bukan Orang Terkenal.

Saking besarnya keinginan memiliki nama disampul buku seperti juga Buya Hamka (guru Imajiner) Pak Haji menerbitkan buku berbayar di satu penerbit Jogyakarta. Judul buku pertama itu sebenarnya bentuk unjuk rasa yang ditujukan kepada diri sendiri.

Bersebab tulisan nan terserak semakin banyak maka proses menerbitkan buku semakin mudah.  Ibarat  menjilid makalah tak terasa jumlah buku tahun 2019 mencapai 20 buku. Uni Husna Bundo Kanduang menganjurkan menerbitkan buku sendiri.  Terbentuklah Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) 19 Juli 2019. Visi misi fokus dibidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan  fokus membantu menerbitkan buku para penulis ber ISBN tanpa biaya alias gratis

Keberadaan YPTD memberikan kemudahan menerbitkan buku. Ferbuari 2021  tertera nama Thamrin Dahlan di 37 sampul buku. Bersama teman teman penulis bergiat Literasi sampai Maret 2021 berhasil diterbitkan 210  judul buku ber ISBN  Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi para penulis di website YPTD terbitkanbukugratis.id .  Diskusi Literasi di  WAG Terbitkan Buku Gratis.

Program Bedah Buku setiap Selama Malam 2 pekan sekali telah terselenggara 10 episode.  Inilah media mempromosikan buku terbitan YPTD untuk para penulis senior mapun pemula. Secara psikologis ada kepuasan bathin tak terhingga bisa berbagi di bidang literasi.

Mengumpulkan tulisan nan terserak bermuara menjadi Buku. Selamatkan tulisan tulisan itu biarlah mereka berhimpun didalam sebah kitab karena keabadian akan melekat pada dirinya. Buku adalah suatu prestasi penulis.  Sebagai tanggung jawab Penerbit YPTD berkewajiban menyerahkan setiap judul buku  di Perpustakaan Nasional 

closing beliau, “kita saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas Literasi Indonesia. Semoga perjumpaan ini memberikan manfaat bagi kita semua.  Sesuai dengan komitment YPTD membantu penulis menerbitkan buku perdana ber ISBN tanpa biaya kami tunggu Bapak Ibu Guru untuk memperoleh Mahkota seorang Penulis.  Buku adalah keabadian bukti tak terbantahkan bahwa seorang anak manusia pernah hadir di muka bumi Ini.  Buku memiliki durasi terlama bahkan sampai hari kiamat dibanding usia manusia.” Benar-benar menawan kalimat beliau. 

Tanggal : 31 April 2021

Tema:.  Buku Mahkota Penulis ,Buku Muara Tulisan

Narasumber : Thamrin Dahlan SKM,M.Si

Resume. : 8

Gelombang : 18


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Semudah Ceplok Telor

Tips Mengembangkan tulisan Non Fiksi

Menulis Dikalau Sakit